Kualitas bukanlah tindakan, tapi kebiasaan...._Aristoteles, So biasakanlah selalu berfikir positif dan memetik hikmah dari setiap permasalahan ...Because Energi di dalam pikiran adalah esensi dari kehidupan ^_^ ^_^

Sabtu, 07 September 2013

Episode I==Indahnya Menahan,Menunggu Buka Penuh Kejutan ==

Episode I === Indahnya Menahan, Menunggu Buka Penuh Kejutan ===
Karya Diyah Ayu
Matahari mulai memancarkan sinarnya. Kicauan burung-burung seolah berlomba-lomba menyambut hari yang penuh berkah. Kokokkan ayam tak ingin kalah, bersahut-sahutan terdengar di beberapa tempat. “Hari yang cerah, ini anugerah”, kalimat yang tak pernah alpa ku ucapkan di setiap pagiku.

Inilah aku, Jiwa  melankolis yang terus ingin menulis. Muhammad Faiq,itu namaku.Aku lahir 16 Desember 1987,itu artinya saat ini usiaku beranjak 26 tahun….sudah usia untuk menikah.Pertanyaan "Kapan mau  ngelamar?Kapan nikah?" itu sudah menjadi bunga pertanyaan kali ini.Ntahlah...itu semua perhatian atau sindiran karena sampai saat ini aku tak jua menggandeng seorang calon yang akan menjadi istriku, calon ibu dari anak-anakku kelak. Dalam setiap sujudku tak pernah alpa do'a enteng jodoh ku panjatkan pada Illahi Rabbi,Allah SWT.Namun sampai kini Allah belum mengirim bidadari untuk jiwa yang lemah penuh dosa ini.Bisa jadi ini adalah teguran untukku,untuk terus meningkatkan ibadahku. Perbaiki shalat,sedekah,dan amalan-amalan lainnya. Belum dapat jodoh tidak munafik,aku memang kadang risau,khawatir, dan hati ini terus bergejolak ingin segera  meminang seorang gadis yang sholehah. Rasa seperti itu ku pikir wajar dan pasti semua yang sudah mampu dan siap menikah pasti merasakan hal yang sama, namun aku tetap bersyukur,karena sejauh ini Allah sedang menguji kesungguhanku,Allah pasti akan memilihkan yang terbaik untukku.Tak lagi aku sibuk mencari siapa jodohku,saat ini tugasku hanya satu "memantaskan diri" terlebih dulu,janji Allah dalam firman_Nya:

"…..dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik  dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik…." (An Nur 26)


Meski sampai saat ini aku sendiri,itu bukan berarti aku tidak bahagia. Aku bahagia,bahkan jauh lebih bahagia dari yang orang kira. Pacaran???? Ku pikir saat ini bukanlah waktu yang tepat lagi untuk mencari pacar. Kesungguhanku ialah mencari istri yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak.

"Gimana si bang kriteria yang bakal jadi istrimu????"

Aku tak banyak kalimat untuk menjawab pertanyaan itu,cukup satu kata "Sholehah", itu sudah mewakili semuanya.Bukankah perhiasan dunia ialah wanita sholehah?????.

"Sholehah kalau parasnya tidak cantik gimana?"

Kembali ku tersenyum mengingat pertanyaan yang ia ajukan padaku. Aku bukanlah ustadz,tapi bukan berarti aku tak boleh memiliki seorang istri yang sholehah, karena ia nantinya akan menjadi madrasah atau ustdzahnya anak-anakku kelak. Karena rumahku adalah madrasah peradaban.

"Wanita dinikahi karena empat hal : sebab hartanya,kedudukannya,karena kecantikannya,dan karena agamanya. Maka pilihlah yang beragama agar barakah kedua tanganmu" (HR Muslim)

Nah, tidakkah  hadist itu sudah bisa menjawab pertanyaanmu duhai sahabatku. Do'akanlah,semoga kelak aku mendapatkan yang pantas untuk diri yang lemah ini.

Pengalaman yang bisa dikatakan indah , tapi indah nya hanya sesaat karena belum tepat pada tempatnya, belum waktunya. Kalau kata Salim A Fillah dalam bukunya pada bagian I " Sup Kaldu yang Bumbunya Dimakan Dulu".  Semasa jadi anak kuliahan , aku jatuh hati pada seorang gadis lugu,cantik,pinter ngaji,de el el pokoknya. Ia menjadi kembang desa di desaku. Desa Mulya Kembang yang penduduknya rukun-rukun dan suka menolong. Rasa solidaritas di Desaku sangatlah tinggi. Pak Lurahnya aja istrinya dua (he….he...he gak nyambung ya). Suka sekali aku mengintipnya dari kejauhan kalau ia lewat depan rumahku,saat ia berangkat sekolah,ke warung, pokoknya setiap geraknya aku suka memperhatikan dari kejauhan. Memang….memang masih sangat cemen, bisa dibilang seperti itu,karena aku takut rasa itu hanya bertepuk sebelah tangan. Kala itu aku sedang duduk dibangku kuliah. Wajarlah  kalau gadis itu tak pernah tahu akan hadirku di duinia ini..(ceileeeeeee…..).  Aku dari ES EM A udah merantau ke negeri orang,menyambangi rumah hanya saat hari raya idul fitri, itu pun selalu di dalam kandang.

"Menyesal gak belum sempat katakan cinta , belum sempat mengungkapkan cinta pada gadis idamanmu itu???" bisik hati kecilku.

He….he...he ketawa dulu lah ya sebelum di jawab. Kalau aku bilang menyesal lantas apa semua akan berubah gitu aja, ia gadis sholehah idamanku akan jadi milikku detik ini jua? Tidak kan… Lantas??

Penyesalan itu tidak berarti bagiku, karena hanya sia-sia dan hanya bikin sakit hati. Aku terus bisa menikmatinya meski dalam diamku aku tetap mengaguminya. Hingga sampai pada akhirnya jika Allah sudah berkehendak dan Ridho aku yakin ia juga akan menjadi milikku. Itu akan lebih indah, tak lagi ia aku ajak untuk pacaran, tapi akan ku katakan padanya,

" Ukhti...aku mencintaimu karena Allah. Maukah kamu mendampingiku karena Allah?"
Dan harapan ku ia akan menjawab,

"Bismillah..aku pun bersedia"

Weheeeeeee….cetar membahana. Subhanallah ya,tapi sampai kapan ini tetap ?

Ya Rabb…
Tegaskan keputusanku untuk tidak melakukan hal-hal yang akan melemahkanku
Lapangkanlah hatinya,jika engkau telah tetapkan..
Biarlah ia tetap tertulis dalam kalbu ini…
Tetap menjadi hiasan dalam setiap do'aku…
Namun jika engkau takdirkan lain…
Izinkan hati ini lapang untuk mengasihi yang engkau persatukan denganku..
Aamiin

Sabar...harus tetap tak terbatas. Allah mendengar doa hambanya . Bila bukan sekarang mungkin belum saatnya,karena Allah maha tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Jika hati ini terkadang rapuh dan merasa putus asa, ingatlah!!! Allah tak pernah ingkar janji, mungkin ada yang salah dengan diri kita dan selayaknyalah berprasangka baik pada Allah SWT.


Cinta tak pernah meminta untuk menanti
Karena inilah ujian,tiada jalan kecuali kembali kepada Allah….
Mohon diteguhkan berpijak dalam titian al quran dan as sunnah Rasulnya, mantapkan do'a dan maksimalkan ihtiar,jika jodoh alhamdulillah namun jika bukan Allahuakbar..yakin karena Allah akan memilihkan yang lebih baik.
bersabarlah ..semua akan indah pada waktunya.
Jika yang tertulis di lauhul mahfudz nya Allah adalah namamu...jiwa ini akan menunggu sampai Allah izinkan kita untuk bersama.

                                                                ***

 Aku mendekatinya karena cinta,seperti cintaku pada Rabb ku, Allah SWT. Meski tanpa kata ,meski tanpa isyarat,tapi justru dengan serangkaiaan permainan yang sebenarnya tak terencana.dengan sutradara yang tiada duanya..ialah Allah swt..semua mengalir begitu saja...tanpa ada penyesalan yang mendalam.. . Dengan cinta hidup menjadi indah, dengan cinta hidup lebih bermakna dan penuh arti.Yang tadinya tidak berarti menjadi penuh arti, yang mulanya biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang luar biasa.Berani, tangguh, riang,bahagia, tenang, damai, dan barakah.... insyaallah. semua itu hanya satu,,, karena Allah SWT.

Jika yang kamu takutkan kini hadir,maka janganlah kamu mencoba untuk mematahkannya.melainkan ikuti dan rasakan bahwa arti hadirnya adalah ceria  untukmu. Sapa dengan lembut ..sambut ia dengan kalimat " assalammu'alaikum cinta".

***

Banyak hal yang ingin ku lakukan untuk mengobati rasa rindu yang bergejolak dalam hati karena mengingatnya.. Tapi bukankah Allah telah berfirman :

" hanya mengingat Allah hati menjadi tenang."
(Ar Radb: 28)

16 Desember 2008,pelajaran indah dan penuh hikmah dari serentetan kejadian yang pernah terjadi dalam hidupku. Salah satunya saat mengenal dirinya yang mampu membuat hati ini terus bergetar ketika menjumpaiinya,jangankan berjumpa,sekedar melihatnya dari kejauhan hati ini rasanya tak mampu untuk semakin dekat dengannya.

Rabbi….bila aku jatuh hati
Ku ingin terbang cepat
Hingga syaithan tak sanggup hinggap
( Salim A Fillah )

Saat yang dinanti,akhirnya aku pun bisa berbincang secara langsung dengannya. Kala itu 16 Desember 2008, tak pernah sebelumnya hati ini seperti dihentakkan oleh sesuatu yang menggoncangkan, serasa diporakporandakan jiwa ini (wusss lebaaaaaaaaaaaay...hehehehhe). Tapi sungguh, seperti mimpi , benarkah Allah telah memberi signal hijau untukku terus melangkah?? Akan ku ikuti dan dermaga ini akan siap kapanpun untuk berlabuh. Allahhuakbar!!!

Obrolan sederhana dan sangat singkat, dan rupanya benar, ia tidak mengenalku (sedih sekali). Rupanya ia datang ke rumah untuk silaturahmi dengan bapak ibuku, ia memang dekat sekali dengan bapak ibu, bahkan sudah seperti anak sendiri. Ya wajar saja, karena Bapak Ibuku selama ini mendambakan seorang anak cewek yang cantik dan anggun, namun Allah berkehendak lain, Bapak Ibu dikaruniai tiga anak dan semuanya berjenis kelamin "jantan",hehehehe.

"Alhamdulillah……...akhirnya aku dapet nomor Hapenya plus alamat facebooknya" hatiku jingkrak-jingkrak

Bagaimana tidak bahagia?? Mimpiku selama ini seperti perlahan-lahan akan terwujud,semoga. Aamiin. Senyumku pun mekar, selayaknya senyumnya yang mampu menggetarkan hatiku. Aku jatuh hati pada senyumnya yang lugu dan anggun.Ia yang ku nanti, kini akan kudapatkan, seutuhnya (Pe De…...hehehehhe).

Aku jatuh cinta pada senyum yang kau sungging dibibirmu
Selengkung senyum sebait puisi
Kata-kata yang menjelma
Gerimis yang berbaris
Dalam bisik manismu
Aku mencium wangi
Bunga dari serumpun kata yang bersemi
Itukah cinta ??

Ku rasakan getarnya masuk rongga hati
Sebuah rayu menggema dalam hidupku

Aku jatuh cinta pada embun yang mengerling disudut mata ayu mu memandangmu,kulihat kilauan pelangi mengajak menuruni bukit dengan telaga menungguku,aku larut kedalam jiwamu
Ku tak bisa memejamkan mata ,dikedalaman hatimu namaku terukir indah,seperti indahnya namamu dihatiku
Aku jatuh cinta pada mawar yang merekah pada santun pribadimu menjagamu,
memenuhi segala hasrat jiwamu seperti kupu-kupu menyusuri taman bagai di surga dengan satu bidadari berparas bak pengantin baru…..

Akhadku hanya untukmu

Tak mampu berkata apapun. Sekalipun hanya melalui es em es atau sekedar menyapanya lewat telephone. Aku masih terlalu takut untuk mendekatinya. Hingga pada saatnya aku memberanikan diri untuk menyapa, ya sekedar menyapa.

"Assalammu'alykum…"

Itu pun melalui pesan singkat yang ku layangkan untuknya. Nampaknya ia pun tak cepat merespon. Mungkin ia sibuk, mungkin ia sedang tidak ingin diganggu, atau mungkin...mungkin dan mungkin. Mencoba tetap berprasangka baik padanya karena ia tak kunjung membalas salamku. Seperti akan pupus rasa ini, tapi benarkah hanya ini kesungguhanku? Baiklah...akan terus maju sampai Allah benar-benar ridho. Aku tidak memaksakan ia tetap menjadi milikku seutuhnya, aku hanya berharap ialah nantinya yang akan mendampingiku dalam suka maupun duka, namun jika Allah berkehendak lain aku pun tak ada daya untuk mengelaknya. Semua adalah kehendak Allah, semua adalah Kuasa_Nya. Aku hanya lah memainkan apa yang telah Allah sutradarai. Baiklah...tetap sabar.

"wa'alaykumussalam, ngapunten mas nembe bales.wingi mboten wonten pulsa." (wa'alaykumussalam,maaf mas baru balas, kemaren tidak ada pulsa)

Tetiba saja ku terima pesan itu dari nya, dari gadis yang aku impikan. Cukup membuatku salah tingkah, untung saja Cuma es em es, mungkin saja kalau ngobrol langsung aku bisa keluar keringet dingin.Ini untuk yang pertama kalinya, wajarlah aku seperti ini.Tapi sebisa mungkin aku tetap menjaga wibawaku sebagai seorang ikhwan, bagaimanapun aku tahu bagaimana adapnya. Ini belum lah saatnya. Tak berani aku membalas pesannya kembali, aku hanya bisa terdiam tanpa berkomentar apapun.

****
16 Januari 2009, di tahun yang baru berharap semangatku pun baru dan semakin gencar ibadahnya, baik secara vertikal maupun secara horizontal. Tak luput sikap ini pasti penuh khilaf selama setahun silam, bahkan di tahun-tahun sebelumnya. Manusia memanglah tempatnya salah dan lupa. Di tahun yang baru ini semakin kuat yakin ku untuk tetap fokus pada satu titik yang ayu. Yakin akan semua rencana Allah akan indah pada waktunya. Yakin janji Allah itu benar adanya dan Allah tak akan pernah ingkar pada makhluknya.

" Ya Tuhan kami, berilah pada kami apa yang telah engkau janjikan pada kami melalui rasul-rasul_Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji. " ( QS Ali 'Imran : 194)

Cinta karena Allah, mimbar cahaya. Ya Rabb… kami memohonkan cintaMu, cinta orang-orang yang mencintaiMu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cintaMu.

"Allah 'Azza Wa Jalla berfirman," Mereka yang saling mencintai karena keagunganKu mempunyai mimbar-mimbar dari cahaya yang diinginkan oleh para Nabi dan para syuhada." (HR At Tirmidzi dan Mu'adz ibn jabal )

***
Penantianku selama ini telah membuahkan hasil yang manis. Sungguh rencana Allah itu indah. Kesungguhanku untuk tetap pada satu titik yang ayu kini menjadi cerita indah sepanjang sejarah hidupku.Tepat pada tanggal 16 Desember 2009  aku beranikan diri untuk menanyakan hal serius yang belum pernah aku lakukan sebelumnya pada gadis lain selain dirinya. Tentu saja belum, karena rasa ini beda, meski sebelumnya aku sudah pernah menyukai gadis lain, tapi ini beda. Ia yang terlahir sempurna dengan segala apapun bentuknya, ia yang menyejukkan qalbu ini dan karena namanya jua lah aku melihat senyum yang mekar dari bibir ibunda tercinta. Senyum terakhir yang ku lihat disaat aku katakan pada Ibunda, "Bolehkah aku mendekatinya,si Humaira?"  Senyum haru isyarat restu itu pun terpancar haru dari wajah ibundaku. Ya...itu jua yang menguatkanku untuk tetap bertahan pada satu nama yang aku jaga baik dan rapi terukir dalam qalbu yang tersembunyi ini,ialah Humaira.

"Humaira oh Humaira, kau telah menggetarkan jiwa ini".

Bagi ahli puasa ada dua kebahagiaan saat berbuka, dan saat Allah menyapa untuk memberikan balasan. Inilah puasa syahwatku. Saat berbuka itu tak lama lagi dan rasa nikmat itu akan segera ku nikmati.insyaallah.aamiin. Cantik, izinkan aku untuk katakan apa yang selama ini aku pendam. Semoga diberi kekuatan untuk mengatakannya. Namun, meski hati ini sudah berlabuh dan yakin bahwa aku sangat mencintainya, aku pun tetap menyertakan Allah dalam setiap urusan. Istikharah tak alpa aku kerjakan untuk menguatkan dan berharap apa yang menjadi keputasanku nantinya menjadi berkah.aamiin.

Allah menjawab semua do'aku melalui serentetan kejadian di luar dugaanku. Ia menjawab salam cintaku. Bagaimana hati ini tidak bahagia setelah sekian lamanya aku menanti jawaban "IYA" darinya.  Ia mengiyakan penantianku hanya dengan satu syarat, aku harus bisa sabar menunggunya hingga batas waktu yang Allah tetapkan, karena saat itu ia sedang melanjutkan studinya di salah satu Universitas swasta plus belajar di Ponpes Darus Solihat Yogyakarta. Tidak merasa keberatan sama sekali, aku pun menerima syarat tersebut dengan senang hati.

::::::The End::::::

0 komentar:

Posting Komentar